Tuesday, August 15, 2017

Beredar Video Demo NU Tolak Full Day School, Demonstran Teriakkan "Bunuh Mentri", Apakah NU Tidak Berbeda dengan Ormas Radikal Lainnya?


NU boleh dikatakan sebagai ormas terbesar di Indonesia. Jumlah warga NU tersebar dari Sabang sampai Merauke. Ribuan pesantren tersebar merata di penjuru negeri. Namun hal tersebut tidak membuat NU benar-benar bebas dari cobaan dan ujian. Dengan kedudukannya saat ini, NU memang dicemburui oleh banyak ormas. NU juga sering menjadi penghalang ormas radikal untuk menyebarkan paham khilafah. Kedekatan NU dengan pemerintah membuat ormas di luar NU ingin agar terjadi gejolak antara NU dengan pemerintah. NU memiliki banyak musuh.

Saat ini NU sedang diuji dengan Full Day School. Sikap NU sedang diuji apakah tetap bisa mampu mengedepankan dialog dan tabayun, atau justru tak ada bedanya dengan sikap ormas radikal ketika tidak sepakat dengan kebijakan pemerintah.

Suka tidak suka,warga NU telah menyelenggarakan aksi untuk menolak Full Day School. Ormas radikal yang dulu sempat marah dengan NU terutama Ketua PBNU karena dilarang demo, kali ini menemukan momentum untuk menyerang balik NU. Mereka mencaci-maki NU yang katanya anti demo justru sekarang melakukan demo menolak Full Day School. Mereka mencaci maki bahwa sejatinya NU tidak ada bedanya dengan FPI.



Sikap NU semakin terlihat keluar dari doktrin aswaja yang selama ini telah diajarkan kepada warga NU. Aksi yang dilakukan warga NU untuk menolak Full Day School menorehkan noda dimana aksi tersebut diwarnai dengan teriakan “bunuh menteri”. Teriakan ini membuat miris sebagain masyarakat yang sebelumnya mengagumi NU.

Sontak aksi yang diwarnai teriakan “bunuh menteri” menjadi serangan yang sangat menohok. NU dinilai sebagai ormas yang tidak ada bedanya dengan FPI yang sebelumnya teriak “bunuh Ahok” saat menyelenggaralakan aksi menolak Ahok. Aksi yang dilakukan NU dan diwarnai teriakanb “bunuh menteri” bahkan harus mendapat sorotan KPAI.

KPAI melihat dengan adanya ucapan atau ujaran kasar sebagaimana dimaksud, kata Sitti, tidak sesuai dengan etika dan moral kebangsaan kita. Apalagi hingga berteriak .membunuh’ hanya untuk menolak suatu kebijakan. Membunuh tidaklah dibenarkan dalam ajaran agama apapun, bertentangan dengan tata aturan perundang-undangan, dan bukan cerminan murni jiwa anak-anak.

Aksi demo yang belum diketahui dimana dan kapan itu mendapat perhatian dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Ya, KPAI merasa prihatin dengan umpatan yang dilakukan saat demo oleh anak-anak bernyanyi dengan teriak ‘bunuh menterinya sekarang juga’. Video itu berdurasi 1:03 menit.

Share:
Location: Jakarta, Indonesia

1 comment:

  1. Silahkan di kunjungi ya kawan-kawan 100% Memuaskan
    > Hoki anda ada di sini <
    Agen Togel
    Agen Bola
    Agen Kasino
    Togel SGP
    Togel Hongkong
    Togel Sydney

    hubungi kami di :
    Line : ALLSBOBET
    Bbm : D60E1BF8
    Wa : +855974832357

    ReplyDelete

Cek Kumpulan Nama Poker Online Indonesia Klik Di Bawah Ini.
.:: * NAMA AGEN POKER TERPERCAYA * ::.
Kumpulan Daftar Agen Poker Online

AGEN TERPOPULAR
MIN.DEPOSIT
PENDAFTARAN
188DOMINO
15.000 Daftar
ROMEOPOKER
10.000 Daftar
HITSDOMINO
20.000 Daftar
HITSQQ
20.000 Daftar
HITSPOKER
20.000 Daftar
PERI99
20.000 Daftar

Facebook

Blog Archive